Posted in Family, Feelings, Relationship

You and I

Kehidupan baru setelah menikah memang sangat berbeda dengan sebelum menikah. Kalau dulu sebelum menikah, gw bebas melakukan segala sesuatu sendiri, sekarang harus berkompromi dengan suami dan anak-anak. Hal yang masih terus gw sesuaikan adalah melayani suami. Pola didik yang berbeda membuat gw harus terus menyesuaikan dengan keinginan suami. Sebagai contoh, dulu gw jarang melihat ibu membuatkan teh manis atau kopi buat bapak, tapi suami gw setiap hari melihat ibunya selalu menyiapkan teh manis panas untuk bapaknya. Hal ini yang diinginkan oleh suami untuk gw lakukan. Pada awalnya beberapa kali gw buatkan teh manis, tapi lama kelamaan engga dan sekarang setelah diminta gw mulai rutin membuatkan teh manis lagi. He..he..(Dikerjain klo disuruh)

Ada kalanya saat suami sedang dinas, rasa kangen melanda. Bahkan acara diskusi lewat WA lebih bermakna plus lebih mesra dibandingkan saat bertatap muka. Saat jauh jadi lebih berasa saling membutuhkan, padahal sehari sebelumnya diem-dieman.

Kehidupan berumah tangga selalu ada up and down nya, ada rasa kesal, ada rasa sebel, bahkan kadang marah tetapi gw tetap menjaga untuk tidak marah didepan anak-anak. Pantang dan anti memperlihatkan kemarahan kedua orang tua didepan mata meraka. Dibalik hal-hal yang engga enak itu, pasti banyak kejadian yang lebih membahagiakan. Bagi gw memiliki suami itu sangat menyenangkan. Sebagai orang yang engga pernah pacaran lama, eeh sekarang punya suami yang Alhamdulillah masih setia sampai tahun ke 4 ini. InsyaAllah sampai tahun ke 5, ke 6 bahkan sampai tua. Selain itu gw juga berusaha untuk selalu menghormati suami, selalu mengharapkan keridhoan dan keikhlasan dari dirinya untuk segala sesuatu yang gw kerjakan. Tetapi sampai saat ini masih ada aja yang belum dapat restu suami. Mudah-mudahan nanti bisa gw dapatkan yaa…

Gw bukanlah orang yang sempurna, tapi dengan Bismillah akan berusaha untuk selalu menyenangkan hatinya, memanjakannya dan memberikan yang terbaik baginya dan anak-anak.

Advertisements
Posted in Feelings, Relationship

Thank’s God I Have You

Mempunyai suami seperti Rais sangat membantu sekali. Dia bisa mengendalikan gejolak jiwa yang sedang melanda. Ada kalanya gw ingin menunjukkan eksistensi diri dengan barang-barang mahal tapi Rais bisa mengerem jangan sampai kebablasan.

Trus sekali waktu gw ingin naik pesawat ke Magelang untuk manambah poin kartu keanggotaan, tapi karena dirumah udah ada mba jadi engga mungkin lah kita bertiga naik pesawat dan dia naik bus. Akhirnya dengan pertimbangan itu keinginan naik pesawat demi poin pun ditangguhkan.

Hal-hal sepele seperti ini bisa menjadi sangat romantis bagi gw.

Honey, I Love You…

Posted in Family, Feelings, Relationship

Kamu sudah 27 tahun…

Kamu udah 27 tahun, sebentar lagi akan jadi ibu, sudah waktunya dewasa.
Itulah sepenggal kalimat yang dilontarkan suami gw…

Hah ternyata akan semakin bertambah tanggung jawab yang dipikul gw..(lebay). Setelah menikah perubahan terus terjadi. Tanggung jawab juga semakin bertambah. Berbakti sama suami, komitmen nyicil rumah, pelan-pelan mandiri diatas kaki sendiri dan usaha sendiri plus anugrah kehamilan yang tiada tara. Tapi dengan kalimat itu sedikit menyadarkan gw bahwa udah bukan saatnya lagi untuk santai-santai dan main-main dengan umur dan kehidupan yang akan gw jelang. Semakin sering dipikirin keliatannya semakin berat, susah dan rumit. Tapi InsyaAllah dengan bantuan Allah dan kerjasama kita berdua (gw n suami) bisa teratasi. Memang nonton di bioskop atau makan diluar bukan lagi suatu rutinitas tiap minggu, karena ada uang yang harus ditabung untuk kebutuhan sehari-hari. Ya itulah konsekuensi yang harus dijalani dengan ikhlas…

Beberapa bulan lagi umur gw pun akan menginjak 28 tahun…suatu kombinasi angka yang selalu melekat di hidup gw..angka 2 dan 8 hi..hi..Dengan bertambahnya umur itu semakin bertambah pula tanggung jawabnya.

Posted in House

Rumah Impian

Sebagai sebuah keluarga baru, kami menginginkan sebuah rumah untuk membangun surga. Sejak awal kami berniat untuk cari rumah yang layak..karena gw dan suami tumbuh di lingkungan rumah yang besar dan nyaman, maka tak heran nyari rumah yang hampir sama dengan rumah orang tua kami…Tapi untuk nyari yang sama atau mendekati sama dengan rumah kedua orang tua kamu ternyata susah dan muaahaalll. Apalagi harga tanah semakin mahal dan harga bahan-bahan bangunan juga semakin menjulang…Setelah survey-survey rumah yaa diputuskan untuk cari rumah yang pas kemampuan kami…Ngga bisa seperti rumah orang tua kami..Bismillahirrahmanirrahiim…

NB. foto diambil dari bing image…

Posted in Family, Relationship

Bulan penuh nikmat

Hari ke sembilan puasa di bulan Ramadhan, gw lagi engga bisa puasa…Tetapi tetap masak dan menemani suami makan sahur dan berbuka. Setiap sabtu dan minggu kita memang engga ada kegiatan keluar rumah abisnya panas seeh..Nah kayak hari ini akhirnya cuma dikamar sambil ngenet dan nemenin suami tidur..Lagi-lagi gw ngeliat wajah innocent suami yang lagi tidur. Tenang dan damai banget…Selalu bikin gw tersenyum…Kalo ngeliat dia selalu bertambah rasa bahagia gw dan rasa syukur gw kepada Allah SWT. Gw telah diberikan nikmat sehat bisa melayani suami dengan penuh cinta dan yang penting nikmat iman Islam…Alhamdulillah ya Allah atas segala nikmat yang telah Engkau berikan kepadaku, suamiku, keluarga kecilku serta keluarga besarku…