Posted in Business, Feelings, Ngeblog, Oriflame d'BCN

This is The Reason Why

Gw itu bukan terlahir dari keluarga yang kaya raya, tapi Alhamdulillah semua kebutuhan gw bisa dipenuhi oleh Ibu yang masih bekerja. Sedangkan Bapak sudah resign dari kantornya di Astra dan sempet buka bengkel mobil di rumah tapi ngga lama. Setelah ngga ngebengkel lagi, praktis cuma ibu aja yang bekerja, yang bisa penuhin kebutuhan keluarga. Alhamdulillah semua bisa dipenuhi. Pernah liburan ke Australia bertiga hasil menabung Ibu bertahun-tahun. Gw juga pernah disuruh kursus electone, nah Ibu beliin electone juga supaya bisa latihan di rumah, bisa beli komputer, laptop untuk kuliah gw.  Waktu SD di sekolah swasta yang cukup bergengsi saat itu, SMP dan SMA di negeri sedangkan kuliah di Universitas swasta juga. Yang paling gw ingat semua kebutuhan saat kuliah bisa Ibu penuhi. Selesai S1, Alhamdulillah gw bisa langsung kerja. Sempet kepikiran ingin mengganti semua biaya kuliah yang telah dikeluarkan oleh Ibu. Tapi ternyata belum sanggup. Begitu banyak kemundahan-kemudahan yang gw dapat waktu itu.

Gw itu banyak banget keinginannya, ingin travelling keliling dunia sama ibu, ingin punya banyak uang supaya kalo ingin apa-apa bisa beli, bisa dipenuhi, ingin punya mobil bagus, ingin punya rumah yang besar, dan yang pasti ingin menyekolahkan dan memberikan yang terbaik buat anak-anak, Banyu dan Binar. Gw juga ingin bisa memberikan kemudahan kepada Banyu dan Binar seperti yang Ibu berikan. Sampai sekarang gw masih kerja, sambil buka usaha online House of Pashminas yang jual berbagai macam pashmina dan aksesoris hijab, pernah juga jualan kripik jet kolet (kripik yang terbuat dari singkong) dan menjalankan bisnis Oriflame di grup d’bc network sampai sekarang. Nah cerita perjalanan bergabung di Oriflame itu sudah lama banget.

Pertama kali saya tahu Oriflame itu saat diajakin gabung jadi member sama temen SMP waktu kuliah dulu. Setelah jadi member trus diajakin beauty class di daerah Grogol. Nah kebetulan deket sama tempat kuliah, jadi klo mau order deket. Tapi waktu itu ya cuma belanja-belanja aja ngga ngerti kalo ada bisnis yang bisa dikembangkan. Akhirnya matilah keanggotaannya. Lama banget ngga ngedenger lagi tentang Oriflame. Nah tahun 2009, sebelum menikah gw diajakin sama Om untuk ikutan Oriflame lagi. Waktu itu niatnya pengen ngembaliin biaya menikah. Tapi ngerjainnya ngga sepenuh hati, selain itu suami gw tidak mengijinkan menjalankan MLM. Katanya bisnis tipu-tipu. Ya akhirnya selama dua tahun pertama gw ngga sepenuhnya menjalankan bisnis Oriflame cuma order untuk pakai sendiri atau nawarin temen kantor. Semakin lama kebutuhan semakin besar, kenaikkan gaji tidak signifikan ditambah kelahiran anak yang kedua. Alhasil semua pengeluaran jadi bertambah. Alhamdulillah dengan gaji gw dan suami masih bisa terpenuhi, tapii yaaa ngepas banget. Mau nabung buat liburan sekeluarga masih belum bisa. Akhirnya setelah melahirkan Binar, gw memutuskan untuk serius lagi menjalankan bisnis Oriflame dipicu juga upline gw memajang fotonya dengan cash award sebesar 7 juta rupiah. Bikin ngiler banget, uang 7 juta ituu. Setelah curhat sama upline gw, akhirnya I’m back in bussiness Oriflame again. Dukungan dari beliau sangat all out.

with mba ade
Gw dan Mba Ade

Setelah back in bussiness, gw mulai belajar lagi dari awal bagaimana bisa sukses di bisnis Oriflame, semua dipelajari sambil ngantor. Lalu dapet downline, trus dapet bonus yang nilainya memang belum seberapa 25ribu ajah. Downline makin nambah, bonus juga nambah. Tapi hal itu tidak berlangsung lama. Mereka pada daftar-daftar aja engga tau dan engga mau lanjut lagi, akhirnya gw ditinggalkan downline. Mulai lagi dari awal mencari partnet bisnis yang mau sukses di Oriflame, sampai sekarang masih terus berjuang untuk memenuhi semua mimpi dan keinginanan. Bikin dream board waktu ikutan SM Camp di tahun 2012 dan langsung ditempel di pintu lemari, supaya bisa terus mengingatkan gw apa aja target yang harus gw capai. Memang belum semuanya bisa tercapai tapi gw harus yakin dan bekerja keras untuk mewujudkannya.

dream board
tertempel di pintu lemari

Walau hampir semua kebutuhan hidup bisa terpenuhi baik oleh orang tua gw dulu dan sampai sekarang bisa memenuhi kebutuhan keluarga bersama suami, tapi gw ingin sekali lebih dari itu. Membantu orang-orang yang ingin mewujudkan impian dan keinginan mereka yang kayaknya tidak mungkin terpenuhi. Bismillah melalui Oriflame gw bisa membantu memenuhi itu semua. Asal bekerja dengan yakin, konsisten dan ikhlas. Sampai saat ini masih banyak kekurangangw  dalam menjalankan bisnis Oriflame, tapi para upline selalu mendukung dan memberi semangat untuk terus maju. Yakin dengan bisnis ini bisa membawa kita ke arah yang lebih baik.

Advertisements
Posted in Business, Oriflame d'BCN

Prinsip Berbisnis dengan Hati Nurani

Postingan ini gw dapatkan dari mili, dan sepertinya cocok untuk bisnis yang gw jalanin.

Anda ingin menjadi pengusaha sukses ? Sekarang ini banyak orang yang menginginkan menjadi pengusaha sukses. Kalau dulu menjadi pegawai negeri, menjadi pegawai kantoran dianggap golongan priyayi, sedangkan menjadi pedagang masih dianggap kaum kelas dua, sekarang ini situasinya sudah berubah.

Menjadi pedagang atau pengusaha bukan lagi dianggap sebagai kaum kelas dua, namun sudah menjadi tujuan utama banyak orang sekarang ini. Maka dewasa ini buku-buku tentang entrepreurship, seminar kewirausahaan, training motivasi entrepeneurship semakin menjamur dan diminiati oleh banyak orang.

Meskipun demikian, perlu dipahami bahwa menjalankan usaha sebenarnya bukan sekedar mengejar profit atau keuntungan pribadi semata. Ada makna ibadah yang nilainya lebih tinggi dari sekedar mendapatkan keuntungan berupa uang belaka. Kalau orang menjalankan usaha hanya berorientasi pada keuntungan materi sebesar-besarnya sebagai tujuan utamanya, maka kalaupun usahanya berhasil, belum tentu menjadi berkah bagi dirinya. belum tentu menjadikan kebahagiaan sejati bagi dirinya.

Lalu bagaimana menjalankan bisnis yang dapat menjadi ibadah dan membawa berkah bagi kehidupan kita ?. Jalankanlah usaha atau bisnis berdasarkan hati nurani. Bagaimana prinsip menjalankan usaha berdasarkan hati nurani ? Berikut ini 10 prinsip bisnis yang perlu menjadi pertimbangan dalam mengembangkan usaha Anda :

1. Kawan adalah aset berharga.
Di era modern yang selalu saling “sharing”, anda tidak bisa berbisnis sendirian. Tidak ada usaha yang tidak berhubungan dengan orang lain. Dalam membina hubungan dengan orang lain, letakkanlah nilai persahabatan, nilai pertemanan yang jauh lebih berharga dibandingkan sekedar meraih keuntungan uang. Dengan menempatkan kawan sebagai aset berharga, maka kita akan menghargai komitmen dan kerjasama dengan siapapun.

2. Kepercayaan adalah modal jangka panjang.
Modal dalam usaha itu dapat dibadi kedalam modal tangible dan modal intangible. Uang, gedung, peralatan, mesin adalah contoh modal tangible. Namun ada modal yang intangible yang jauh lebih berharga untuk usaha jangka panjang kita yakni membina kepercayaan. Butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun sebuah kepercayaan dan hanya sekian detik saja untuk menghancurkannya. Maka berusahalah membina kepercayaan baik kepada siapapun.

3. Menjual dengan harga lebih tinggi dari pembelian, bukan harga tertinggi.
Maknanya adalah berbisnis bukan sekedar mengejar keuntungan dengan membeli serendah-rendahnya, kemudian menjual dengan harga tertinggi. Namun berbisnis dan berusaha adalah bagaimana dapat memberikan kontribusi dan manfaat bagi orang lain sebesar-besarnya, tanpa mengabaikan kelayakan usaha. Nilai kebahagiaan dan keberhasilan usahanya bukan pada berapa besarnya keuntungan materi, tetapi berapa banyak manfaat yang diberikan.

4. Mendengarkan kata hati.
Dalam melakukan tindakan, mengambil keputusan, belajarlah memisahkan antara pikiran yang dikuasai oleh emosi, ego pribadi, nafsu duniawi dengan pikiran yang dikendalikan hati. Gunakan ketajaman mata hati untuk dapat mengambil keputusan berdasarkan kata hati bukan berdasarkan emosi atau nafsu duniawi. Karena sesunggunya mendengarkan kata hati merupakan usaha mengenal sifat-sifat kemuliaan Allah yang sudah “built in” dalam hati kita.

5. Bekerja dengan hati.
Mereka yang bekerja dengan hati bukanlah orang yang bersikap baik kepada Anda, namun bersikap kasar terhadap bawahan, pekerja, atau pelayan. Sesungguhnya orang seperti ini bukanlah orang baik yang bekerja dengan hatinya. Karena mereka yang bekerja dengan hati akan selalu bersikap baik kepada siapapun.

6. Kekayaan bukan dinilai dari uang yang dimiliki.
Menjadi kaya bukan sekedar berhubungan dengan memiliki banyak uang. Namun kekayaan yang utama adalah seberapa besar uang yang kita dapatkan dapat digunakan untuk menolong orang lain, untuk memberikan manfaat bagi orang lain.

7. Berorientasi pada manfaat sebesar-besarnya.
Berbisnis bukan sekedar berorientasi pada profit atau keuntungan materi sebesar-besarnya, tetapi memperoleh keuntungan untuk memberikan manfaat bagi orang lain sebanyak-banyaknya. Karena berbisnis adalah ibadah yang harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan Yang Maha Esa nantinya dan kepada sesama manusia lainnya.

8. Fokus pada apa yang diperoleh bukan yang hilang.
Jangan pikirkan kesempatan, peluang atau kegagalan yang sudah lewat atau sudah hilang dari kita. Kalau And akalah tender sebuah proyek, padahal hitung-hitungannya untungnya akan besar sekali, jangan dirisaukan lagi. Hal ini dapat membuat Anda stress, atau berlaku tidak bijaksana. Fokuslah memikirkan pada apa yang Anda peroleh saat ini. Biarkan kesempatan yang hilang berlalu dari Anda, karena akan ada kesempatan baru kalau kita dapat mensyukuri apa yang dimiliki saat ini.

9. Gagal hanyalah sebuah proses.
Gagal bukanlah akhir dari segalanya, tetapi bagian dari proses untuk menghasilkan rencana-rencana baru. Bagian dari proses menuju kesempatan-kesempatan baru, sepanjang kita mau memperbaiki rencana baru. Namun kalau anda gagal merencanakan sesuatu, berarti Anda telah berencana untuk gagal.

10. Akui Kesalahan Dengan rendah Hati.
Kesahalan-kesalahan dalam mengambil keputusan dalam menjalankan usaha bisa saja terjadi. Ketika Anda menyadari bahwa itu suatu kesalahan keputusan yang Anda ambil, dan merasa bahwa partner Anda atau karyawan Anda yang benar, maka akui dengan rendah hati. Segera lakukan evaluasi untuk memperbaiki kesalahan yang terjadi.

source ; http://indonesia-young-entrepreneurs.blogspot.com/2006/10/10-prinsip-bisnis-dengan-hati-nurani.html

Posted in Business, Ngeblog, Oriflame d'BCN

Harga Sebuah Penolakan

Bergelut di bisnis MLM memang butuh daya tahan dan kekuatan. Daya tahan untuk tetap konsisten menekuni bisnis ini. Banyak orang yang setelah bergabung beberapa bulan kemudian mendapat banyak hambatan dan penolakan akhirnya tidak mampu untuk meneruskan bisnis ini.

Gw tersadar setelah dua hari yang lalu saat malam hari mau order online disaat bersamaan gw juga buka FB dan memulai chatting dengan seseorang yang baru aja gw add menjadi teman. Waktu itu gw mencoba menyapa dan ditanyakan ada keperluan apa? Setelah itu gw jawab ingin kenalan saja supaya akrab. Tidak lama kemudian dia balas dan langsung berkata “Oh oriflame ya mba?? Maaf ya mba, sy gak bakat jalanin mlm.. Sy off dulu ya..” Dan langsung gw persihlahkan. Tapi setelah itu posting status di TL nya yang intinya, malam-malam ngajak chatting di FB cuma mau prospek, ya mbok lihat-lihat waktu dong mba. Pantesan di TL nya penuh dengan promo kosmetik swedia itu. Trus ada beberapa komentar tentang statusnya itu, ada seorang yang tanya siapa namanya?. Tanpa sadar gw takut dan sedih, takut klo akun FB gw dihack, sedih kok dengan mudahnya berkicau di social media tanpa peduliin perasaan orang, padahal niatnya ngga begitu.

Setelah itu, gw jadi ngga bisa tidur selama beberapa jam. Memikirkan hal ini. Kok bisa yaa?? Setelah bisa tidur dan bangun esok harinya, gw berfikir penolakan it menyakitkan, tapi penolakan juga bisa jadi pemicu untuk membuktikan diri bahwa gw bisa sukses di bisnis ini. Pecutan untuk lebih giat bekerja dan mengembangkan bisnis ini. Masih ada orang lain yang membutuhkan, masih ada orang diluar sana yang mau sukses di bisnis ini. Jadi jangan sampai satu penolakan langsung bikin down dan kabur dari bisnis ini. Akhirnya gw berfikir positif bahwa penolakan itu merupakan hal yang positif, dengan banyak penolakan semoga gw bisa cepat naik level dan cepat jadi Diamond.

Oia dengan pengalaman yang kemaren itu, gw juga berkesimpulan untuk menjalin pertemanan kita harus tau latar belakang calon teman tersebut. Mencoba mencari kesamaan, kesukaan bahkan kesenangan antara kita. Semoga dengan menjadi teman, gw bisa lebih mudah sharing tentang bisnis Oriflame.

Semangat demi masa depan.

Posted in Feelings, Ngeblog

Blogwalking

Sejak punya blog di wordpress, gw jadi lebih sering buka blog beberapa ibu-ibu blogger. Sebetulnya udah lama sih blogwalking, baca cerita-cerita mereka. Mulai dari pengasuhan anak, masak-masak, makan-makan sampe belanja-belanja. Seiring dengan waktu, semakin sering baca blog mereka gw jadi berasa kenal aja sama mereka. Kenal lewat dunia maya.

Suka ikutan seneng kalo lagi baca cerita senang-senang, ikutan sebel klo mereka sebel sama seseorang dan ngga jarang juga ikutan sedih klo baca cerita yang sedih-sedih bahkan sampe meneteskan air mata. Ngga jarang juga dengan seringnya baca cerita ibu-ibu blogger, gw terus termotivasi untuk mengembangkan diri, mulai dari keinginan untuk sekolah lagi, mengasuh Banyu dan Binar dengan lebih baik, mulai berbisnis, sampai menjaga keharmonisan dengan suami. Semua hal yang ada di hidup ini bisa dipelajari dari pengalaman mereka.

Gw selalu amazed sama mereka yang bisa cerita kayak lagi ngobrol aja. Memang menulis atau ngeblog itu perlu belajar dan berlatih terus-menerus. Sebulan terakhir ini gw masih terus belajar menulis secara berkala supaya blog ini makin banyak dikunjungi orang dan mengambil manfaat dari semua tulisan gw. Setidaknya gw ada manfaatnya gitu.