Posted in Feelings, School, Works and Career

I Will Be A Post Graduate Student

Setelah proses penolakan dari beberapa beasiswa dan gw mendaftar beasiswa Ristek, Alhamdulillah gw sudah lolos seleksi administrasi dan proposal di beasiswa Ristek.

ferabianie.wordpress.com

Abis pengumuman beasiswa Ristek, gw langsung melakukan pendaftaran online dan besoknya langsung berangkat ke Bandung untuk menyerahkan semua berkas yang diperlukan. Semua rekomendasi langsung dari Direktur dan Kepala Bidang. Walaupun ada beberapa syarat yang belum ada, yaitu tes TOEFL dan TPA. Beruntung ITB melaksanakan tes TOEFL atau ELPT (English Language Test Proficiency) dan TPA secara kolektif untuk calon mahasiswa pasca sarjana. Akhirnya gw ikut mendaftar kolektif juga. Syarat ELPT adalah 77 dan TPA 477.  Setelah dapat jadwal kedua tes itu, masih ada tes tertulis dan wawancara daaan jadwalnya bersamaan dengan ELPT dan TPA.

Tibalah saatnya untuk melakukan tes-tes tersebut. Gw datang ke Bandung sendirian untuk mengikuti tes tersebut. Dimulai Jum’at pagi dengan tes tertulis dan wawancara, setelah itu setelah sholat Jum’at dilanjutkan dengan ELPT. Gw yakin klo ELPT bisa lolos. Bukannya sombong, tapi setelah mengikuti beberapa tes mulai dari TOEFL, iBT sampai IELTS, bisalah ngerjain ELPT. Keesokan harinya TPA, nah klo yang ini gw yang agak deg-degan. Yakin bisa ngerjain aja udah syukur, mudah-mudahan dapet lebih dari 477 skornya. Bayangkan, soalnya 250, dikerjain dalam waktu 3,5 jam dan perlu menghitamkan buletan-buletan. Trus ada itung-itungan segala deeh, gambar juga. Dengan waktu segitu ngga cukup ngerjain soal sebanyak itu. Tapi ya harus diisi semua, akhirnya langsung nembak aja.

Selang seminggu, hasilnya satu persatu keluar. Skor ELPT nya 131 dan kemaren nilai TPA nya 520,67 (nama gw yang di warnai). Alhamdulillah semuanya lolos, tinggal menunggu pengumuman resminya saja…Berkah di bulan Ramadhan.

Posted in Ngeblog, School, Works and Career

(Not Yet Happy Ending) Scholarship

Aah sudah lama gw ngga posting di Positive. Bisa bilang sibuk ngga ya? Padahal ya kerjanya itu-itu aja he..he..

Sejak postingan terakhir, pengajuan berkas fungsional sudah semakin menumpuk. Beberapa berkas belum terselesaikan ditambah tinta printer mulai habis dan pekerjaan yang lainnya menyusul bertubi-tubi. Nah kali ini gw mau cerita tentang rencana sekolah lagi nih. Mau ngambil S2 melalui jalur beasiswa.

Dahulu kala waktu jamannya masih kerja di preschool gw udah mulai ambil kursus TOEFL supaya bisa dapet score yang tinggi. Alhamdulillah selesai juga kursus TOEFL di PPBUI dengan nilai yang cukup deh. Selesai ngajar di preschool gw kerja di call center, dan ada lowongan menjadi PNS. Waah kesempatan nih, biasanya klo PNS bisa dapat beasiswa untuk melanjutkan S2. Dengan alasan ingin sekolah lagi, gw keluar dari call center itu. Alhamdulillah diterima menjadi pns.

Ternyata setelah jadi pns tidak bisa langsung mengajukan beasiswa, harus 2 tahun dulu setelah menjadi pns. Sebelum bisa mengajukan beasiswa gw kursus bahasa Jerman di Goethe Institute selama hampir 3 tahun. Karena pada saat itu gw ingin sekolah di Jerman. Nah setelah 2 tahun, tepatnya tahun 2008, gw mulai mencari-cari beasiswa, khususnya yang ke Jerman. Tetapi belum dapat juga.

Setahun setelah itu gw diajak nikah, dan rencana sekolah ditunda dulu. Aah nanti setelah punya anak aja deh nyari beasiswa lagi. Eeh kok dilalah setelah Banyu berumur satu tahun, gw hamil lagi dan suami dapat peluang beasiswa duluan. Jadi tertunda lagi deh sekolahnya. Setelah suami sudah selesai sekolahnya, saatnya giliran gw yang mengejar keinginan sekolah lagi. Awalnya masih ingin sekolah keluar negeri dengan harapan anak-anak dibawa semua. Suami dengan setengah hati antara mengijinkan dan tidak.

Tepat awal tahun 2013, Australia Awards Scholarships 2014 (AAS) dibuka dan gw langsung ingin mengambil kesempatan ini. Seluruh persyaratan gw penuhi, sampai ikutan tes dan workshop IELTS di IDP Australia Pondok Indah. Pulang kantor selama seminggu langsung cus ke Pondok Indah untuk bisa ikutan workshopnya. Alhamdulillah score IELTS nya dapat 6.5. Bisa masuk ke beberapa universitas di Australia dengan nilai IELTS segitu. Jurusan yang gw ambil ya ngga jauh-jauh dari pekerjaan yaitu Public Policy.

Berbarengan dengan pendaftaran ke AAS, gw juga daftar ke Public Policy and Good Governance (PPGG) Scholarship 2013/2014 DAAD. Negara tujuan impian gw yaitu Jerman. Semua syarat gw coba penuhi sampai melampirkan hasil kursus bahasa Jerman di Goethe.

Sekitar bulan November 2013 gw dapat e-mail dari Daniel Gunawan tentang Australia Awards Shortlisting Result 2013/2014. Waktu buka emailnya gw deg-deg an banget, antara antusias atau pesimis. Dan ternyata….AAS notification letter

Setelah dapat berita itu, gw masih berharap beasiswa PPGG diterima. Tapi sampai akhir tahun tidak ada pengumumannya dan gw langsung tanya ke DAAD. Jawabannya juga sama, gw belum terpilih menjadi penerima beasiswa tersebut. Tidak lama dari jawaban e-mail itu datanglah surat dari DAAD ke rumah.

20140403-100042.jpg

Dikirim dari bulan November 2013 dan nyampe ke rumah bulan Februari 2014. Jiiaaah lama ajaah. Isinya ya sama aja belum terpilih menjadi penerima beasiswa PPGG Scholarship 2013/2014. Tambah sediih dehh.

Tidak diterimanya gw di dua beasiswa sebelumnya, akhirnya gw putar haluan untuk sekolah di dalam negeri saja. Langsung cari beasiswa yang mengakomodasi sekolah dalam negeri. Yang pertama adalah LPDP dan yang kedua beasiswa Ristek. Beasiswa LPDP adalah beasiswa yang diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan, dibuka sepanjang tahun bisa untuk sekolah dalam dan luar negeri. Gw langsung daftar secara online tetapi belum di submit sampai sekarang.

Yang kedua adalah beasiswa Ristek, jelas tertera beasiswa ini dibiayai oleh Kementerian Riset dan Teknologi. Nah sekarang gw dalam tahap mendaftar beasiswa ini. Doakan semoga lancar. Jadi gw bisa sekolah lagi…

 

Posted in Feelings, School

Gagal deh…!

Niat untuk mencoba mendapatkan beasiswa dari salah satu lembaga pemerintahan gagal. Karena persyaratan yang diperlukan tidak dipenuhi jadi nama-nama yang dikirim tidak diajukan.

Walaupun pada awalnya nothing to lose, tapi dalam hati pengen juga sih.
Plan A sudah gagal…sekarang beralih ke Plan B dan persiapannya harus lebih matang dibandingkan dengan Plan A…..

Posted in School

Bungung…bingung…ku memikirkan

Sejak bertekad untuk mencari beasiswa ke luar negeri…sampe sekarang rencana tindak untuk menuju kesana masih mengambang. Masih bingung mau bikin tesis tentang apa? Masih bingung mau di universitas mana? Masih bingung yang lainnya juga.
Tapi satu yang tidak bingung…gw mau ke Jerman..!!!!

Sebenernya untuk langkah pertama dalam mewujudkan pencarian beasiswa S2 itu apa ya?
Penyusunan proposal tesiskah? Pencarian universitas yang diinginkankah?

Gw bingung harus mulai dari mana? Tapi gw pengen banget sih mencari dan mendapatkan beasiswa s2 di Jerman…

Ayo mulai sekarang harus lebih lagi mencari informasi dan mulai menyusun langkah-langkah yang harus dicpaai untuk dapet beasiswa DAAD…!!!!