Posted in Health, Review

Zen

Seminggu ini badan rasanya engga enak banget. Perut kembung, nafsu makan berkurang, badan kayak ditusuk-tusuk jarum. Penyebabnya karena masuk angin. Untuk mengobati rasa masuk angin tersebut, gw pergi ke Zen family spa & reflexology yang di Bandung. Tempatnya mirip Kokuo …yang ternyata Kokuo ngga cuma ada di Jakarta aja tapi diluar Jakarta juga ada. Nah Zen ini sudah mendapatkan certificate of exellence dari tripadvisor lho.

zen

Ini pertama kalinya gw datang ke Zen tanpa buat janji terlebih dahulu. Syukur Alhamdulillah ada terapis yang kosong, jadi bisa langsung di reflexi. Sebagai percobaan gw pilih yang 1 jam treatment. Setelah itu, gw dikasih sandal khusus dan menunggu terapisnya. Setelah terapisnya datang, kaki gw langsung dicuci dengan air hangat yang dikasih garam. Jadi relax kakinya. sandal Zen

Lalu gw masuk ke dalam ruangan yang isinya jajarang kursi malas (Lazy Chair) yang biasanya buat nonton TV. Semua bawaannya ditaruh di locker sampng tempat duduk dan kita diminta untuk duduk. Duduk santai, bersandar dan dibelakang leher dikasih gulungan handuk yang didalamnya ada pemanas, ngga tau deh gw namanya. Jadi selama direflexi, penghangat itu terus menempel di belakang leher. Leher yang tegang jadi rilex. Dan proses selanjutnya memijat kaki selama satu jam.

Ada satu kekurangan dari pelayanan Zen, dalam waktu satu jam yang dipijat hanya bagian kaki saja, tidak sampai tangan dan punggung. Mungkin yang 1,5 jam termasuk semuanya yaa. Klo di Kokuo, treatment yang 1 jam sudah termasuk tangan dan punggung. Tapi memang porsi kaki lebih banyak siih.

Overall gw suka sih di Zen. Next time coba yang 1,5 jam treatment deeh. Dan mau coba Kokuo yang di AEON Mall BSD.

Advertisements
Posted in School, Works and Career

Cerita Kuliah

Pertengahan bulan Maret ini, sudah selesai UTS dan gw akhirnya mengambil keputusan untuk kos aja. Rumah kontrakan yang udah dibayar sampe bulan Agustus gw tinggalkan alias over kontrak. Tapi sampe sekarang belum ada yang nempatin lagi. Kenapa jadinya ngekos, karena Banyu dan Binar ada rencana akan disekolahkan di deket rumah orang tua gw. Jadi sebelum mulai rutinitas baru, dibiasakan ke rumah orang tua gw.

Selain itu nanti gw akan libur panjang dan rumah kontrakan pasti kosong ngga ada yang nempatin, jadi agak mubadzir gitu. Oleh sebab itu, gw over kontrak sampai bulan Juli.

Setelah hasil semester 1 yang cukup mengejutkan, banyak harapan yang ingin dicapai di semester 2 ini. Hasilnya ingin dapat IP 4 lagi tapi setelah UTS kemaren kok hasilnya kurang maksimal yaa..jadinya pesimis gw. Jadwal kuliah yang selalu berubah-rubah bikin jadwal pulang ke Tangerang juga kacau. Suami gw inginnya setiap minggu pulang, ya demi mendapatkan ridho suami akhirnya gw pulang setiap minggu juga siih.

Oia sejak ngekos frekuensi jalan-jalan dan icip-icip kuliner jadi lebih sering, soalnya udah punya temen jalan. Mudah-mudahan sampe akhir kuliah bisa nyobain semua kuliner yang heiitz di Bandung.

Perkembangan thesis ya masih jalan di tempat. Topik udah ada, tapi yang mau dibahas masih dicari-cari apakah mau pemodelan, hitungan ekonomi atau yang lainnya. Inginnya sih sebelum bulan April udah ketemu sama calon dosen pembimbing dan udah bisa ngajuin proposal thesis (UGB).

Posted in Banyu, Binar, Family, Review, Traveling

Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani, Bandung

Kebetulan hari Minggu tanggal 12 April ada undangan arisan keluarga di Bandung. Saat yang tepat untuk ajak jalan-jalan Banyu dan Binar ke Bandung. Pada awalnya ibu cuma mau nginep di Bandung, dan akhirnya gw berinisiatif untuk mencari penginapan yang murah meriah cukup untuk bertujuh…Setelah mencari kebeberapa website, akhirnya nemu penginapan Cigadung Inn. Alhamdulillah harganya masuk kantong. Bisa untuk berenam. Tempatnya pun bener-bener jauh dari hingar bingar jadi bisa untuk istirahat.

Berangkat dari Tangerang jam 8.30 pagi langsung menuju ke Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani. Kayaknya jaman dulu gw udah pernah ke sana, jalan-jalan keliling taman yang memang cocok untuk anak-anak. Banyak permainan anak-anak, ada mini water park, trus yang pasti ada simulasi lalu lintas. Biaya masuknya RP. 10.000,- plus klo mau nai kereta, mobil atau permainan yang lain bayar Rp. 5.000 –  Rp. 10.000. Cukup murah siih. Udara disekitar juga enak, sejuk karena banyak pepohonan. Tidak usah khawatir, di dalam taman ada musholla dan toilet, ada juga yang jualan makanan dan minuman.

taman lalu lintas 1

taman lalu lintas 2

 

Sebagai pengenalan untuk selalu mematuhi lalu lintas, taman lalu lintas Ade Irma Suryani ini cukup membantu. Berbagai tanda-tanda lalu lintas bisa dilihat disini. Simulasi Petunjuk jalan juga dipasang. Dimulai dari hal yang kecil bisa merubah perilaku anak-anak dimasa yang akan datang. Beberapa foto yang diambil saat di taman lalu lintas Ade Irma Suryani Bandung.