Posted in Ngeblog, Review, Shopping

Girlactik Matte Lip Paint

Girlactik Matte Lip Paint

Punya lipstik mahal itu kejadian yang langka, apalagi lipstik dari US. Jadi awal mulanya yaitu budhe gw mau ngirimin mainan buat Banyu dan Binar, trus gw bilang cariin lipstik Girlactik dong, klo murah nitip beliin yaa. Trus dia juga nanya bisa beli di mana? Jadinya gw nyariin lokasi toko yang jual Girlactik trus bilang ke dia. Akhirnya dibeliin deh 4 biji. Warnanya Allure, Demure, Iconic dan Starlet.

Menurut websitenya Girlactik (www.girlactik.com), matte lip paint ini sangat pigmented dan dalam waktu satu menit akan kering menjadi warna matte yang cantik. Ada 13 warna dalam seri matte lip paint ini. Berat 1 tube matte lip paint adalah 7,5 ml. Desain tubenya simple tapi mewah, setiap warna tubenya menunjukkan warna lip paint nya.

Untuk swatch kali ini gw cuma pake tiga warna aja, karena yang Iconic buat ibu. So lets start.

  1. Starlet; warna yang paling pink di bibir gw. Sekali oles warnanya langsung keluar. Rasanya enteng banget ngga bikin bibir jadi tebel dan kering, walaupun hasil akhirnya matte.
    Starlet
  2. Demure; warna yang ini masuk ke tone yang lebih gelap, dipakai di bibir gw jadi coklat merah. Bisa dipakai ke pesta dengan tema dandanan yang lebih cetar.
    Demure
  3. Allure; kalau kata lip swatcher di IG ini adala warna sejuta umat, karena semua orang suka dengan warnanya. Warna di bibir gw seperti di foto, mauve seperti warna natural bibir. Cocok dipakai sehari-hari.
Allure

Diantara ketiga warna diatas gw paling suka Allure, yang kedua Demure dan yang terakhir Starlet. Warna pink gonjreng agak kurang cocok, soalnya bibir gw jadi lebih menonjol ditambah warna kulit yang sawo matang bikin kurang pas. Oia ketahanan girlactik lip paint bisa sampai 4-5 jam, dan akan memudar kalau makan makanan berlemak. Cukup touch up aja lagi dan bibir kembali sempurna.

Posted in Business, Hijab, House of Pashminas, Ngeblog, Photos

Yuk Belajar Bareng

Sudah dua bulan sejak terakhir ngeblog. الْحَمْدُ لِلَّهِ  di dua bulan terakhir ini gw bisa full time nemenin Banyu, Binar dan suami. Alias belum ke Bandung lagi karena banyak urusan yang harus diselesaikan di Tangerang dan sekitarnya, diantaranya suami gw sakit jadi harus nemenin dia opname selama 1 bulan. Kapan-kapan gw cerita tentang suami yaah.
Sambil nungguin suami di rumah, iseng-iseng ikut workshop yuk belajar bareng motret pake hp aja untuk foto produk sekalian foto buat di IG. Cukup menyenangkan. Workshop ini kerjasama antara Mba Ariana, bakulnocengdotcom, dan casa mungil. Ilmu ini gw pake buat foto produk house of pashminas yang lagi  libur produksi.

Yuk belajar bareng ini udah yang ketiga kalinya, dan dikhususkan bagi pemilik online shop. Selama ini belum ada workshop untuk pemilik online shop bagaimana menyajikan produknya agar lebih bagus tampilannya, enak dilihat dan akhirnya banyak yang beli.

Ada beberapa hal penting untuk memaksimalkan smartphone untuk fotografi

  1. Cahaya, harus dapat menerangi objek, sebaiknya gunakan cahaya alami matahari. Hasil foto outdoor lebih bagus dibandingkan hasil foto indoor.
  2. Zoom, hindari menggunakan zoom karena akan menurukan resolusi foto dan hasil menjadi tidak tajam.
  3. Stabilitas, pegang smartphone se-stabil mungkin atau gunakan tripod.
  4. Styling, tentukan tema yang akan dibangun, angle yang akan digunakan apakah BEV (bird eye level), eye level atau sudut 45 derajat.

Selain itu ada 10 pernak-pernik yang harus dimiliki untuk mendukung pemotretan menurut @vosfoyer:

  1. Magazine
  2. White plate
  3. The fluffy
  4. Watch
  5. Glasses
  6. Mobile phone
  7. Bright/dark base
  8. Notes
  9. Small plants
  10. A cup of tea

Ga harus semuanya ada di dalam foto, tetapi beberapa dapat mendukung styling sesuai tema kita. Setelah dijelaskan prinsip-prinsipnya kita langsung praktek styling trus dinilai sama mba Ariana.

Praktek foto pashmina

Praktek foto pashmina

Styling harus dilatih terus menerus sehingga bisa lebih luwes dalam menata produk dan pendukungnya. Lalu dilanjutkan dengan penjelasan edit foto. Aplikasi yang digunakan untuk edit foto adalah Snapseed dan VSCO, cukup dua itu saja foto bisa lebih maksimal hasilnya.

Hasil edit

Ya cukup berhasil menampilkan pashmina dengan styling yang kekinian.

Praktek di rumah dilanjutkan lagi dan hasilnya not bad laah.

House of Pashminas product

House of Pashminas product

Posted in Friends, School

Halal bi Halal SD IsVill 1988

Alhamdulillah setelah 22 tahun kita bisa ketemu lagi. Yup alumni SD Islamic Village Tangerang berkumpul lagi. Diawali dari grup WA, small meet up sampai akhirnya halal bi halal setelah lebaran 1437 H di rumah Tanto. Ada catatan yang diberikan oleh Yudanto tentang kita dan halal bi halal itu.

Hilite Halal Bi halal
SD Islamic Village angkatan 1988/1989

Alhamdulillah, setelah beberapa bulan lalu digagas dan didengungkan di Grup yang jarang sepi ini, akhirnya kemarin pada tgl 16 juli 2016, Halal Bi Halal terlaksana dengan sangat indah.

Berlokasi di rumah Tanto yang super nyaman dan adem, dengan persiapan panitia yang warbiyasak serta kehadiran rekan-rekan membuat acara kemarin Insha Allah tidak akan pernah terlupakan.

Sekumpulan anak2 SD yang hari ini sudah nenteng anak2 SD, bahkan anaknya sudah ada yang SMP.. kayaknya untuk urusan memamah biak, pada jago! 😄

Belum lagi logistik makanan yang ini pengakuan jujur dari mantan juara lomba makan, itu makanan enaknya nagihin! Nasi bakarnya itu yang masak kudu masuk sorga! Belom lagi tahu tempe ayam feat. Sambel ijo! Warbiyasak banget! Pudding oreo jawara ! Maccaroni schottel laziss! yang ga dateng, maaf ya, tapi emang kemarin makanannya… duh lah! Enak pake bangaaaaat! Kalo kata orang kelapa dua..😁

Tapi kemarin, kebahagiaan terbesar adalah ketika berkumpul, kita saling menyadari bahwa teman2 di masa kecil adalah suatu harga yang paling berharga, mengingat betapa bodoh dan lucunya kita di masa lalu, mengingat betapa bahagia dan senangnya kita di masa kecil, masa2 tanpa tanggung jawab, masa2 dimana nggak bawa sarung 3 kali harus menghadap Aviant selaku ketua PKS dan Pra OSIS (ngapain mau ya, dulu?!) 😁

Pengakuan hobi yang..  ada yg jaim hobinya cuma makan dan jalan2.. ada yg polos ngaku suka ngintipin rok cewek pake kaca serutan pinsil.. sampe ada yg jadian gara2 itu! (Angga, Aviant, gue nggak sebut nama, lho!) 😁😁

Beruntunglah kita pernah bersekolah di Isvill, minimal kita bisa ngaji biarpun masih ada yg belepotan, bisa hapal hadist meskipun cuma di “Qola rasulullah salallahu ‘alaihi wassalam…. (skip)… HR. Bukhari”, bisa ngeliat cewek pake bikini meskipun masih kecil (apanya? Auk amat! 😁).

Ajang seperti Halal Bi Halal yang mengandung reuni seperti kemarin bukanlah sesuatu yang sakral, namun sesuatu yang indah, karena disitu kita bertemu dan diam2 saling mendoakan agar rekan2 kita selalu dalam keadaan sehat dan berkecukupan, agar pertemuan2 seperti ini akan selalu ada, momen dimana kita saling mendoakan agar guru2 kita selalu dalam keadaan sehat dan memiliki rejeki yang baik serta pahala yang besar karena telah mendidik kita hingga menjadi orang2 seperti saat ini, mendoakan agar mereka yang mendahului kita mendapatkan tempat terbaik di surga.

Terima Kasih
Untuk Tanto dan Dina yang sudah ikhlas menyediakan tempat yang super keren dan sangat nyaman (untung nggak ngajak bini ke rumah ente, sob. Bisa minta rumah mirip ente juga, pusing pala babon), sudah mau direpotkan, terima kasih sebesar2nya dan doa terbaik untuk kalian.

Untuk panitia yang sudah menyiapkan segala sesuatunya, di tengah kesibukan kalian, masih mau menyempatkan waktu dan tenaga untuk acara seindah kemarin, kalian hebat! Doa terbaik untuk kalian.

Untuk rekan2 yang sudah hadir, dengan atau tanpa keluarga, sudah berbagi cerita, berbagi tawa, berbagi pengalaman dan ‘pengalaman’, berbagi canda dan celaan penuh kebesaran hati.

Untuk rekan2 yang belum bisa hadir, dengan doa yang tulus agar acara ini berhasil.

Alhamdulillah.. ini acara sukses tanpa kurang satu apapun. (Kecuali sedikit kekecewaan dari mereka yg berharap Dewi dateng pake celana gemes) 😁😁

Acara kemarin bukan yang pertama, semoga bukan yang terakhir, semoga kita masih diberi waktu, tenaga, rejeki serta umur untuk pertemuan2 di masa mendatang, dimana yang hadir akan semakin banyak, semakin banyak tawa, canda dan keriangan.

Senang rasanya bisa melihat rekan2 kemarin, semoga akan selalu ada kesempatan di masa mendatang.

Terima kasih tak terhingga untuk semua.. akhir kata..

Sesuai pesan Aviant yang diamini oleh Capt. Andi Leo, kudu wajib harus mesti dateng kalo ada undangan ‘Woi, sini!!’ Sambil tepok2 paha!

Wassalamu’alaikum wr. wb.
Danto

Menurut gw this is the best hilite ever.

HBH isvill
This is us, 22 years later
Posted in Health, Ngeblog, Review, Shopping

Menspad

Menspad atau menstrual pad atau pembalut kain sudah dikenal cukup lama. Kalau berdasarkan hasil googling menspad sudah ada sejak tahun 2006 di Indonesia yaa. Tapi mungkin untuk wujud yang lebih tradisional sudah ada sejak lama. Awalnya mungkin hanya berbentuk seperti kain biasa tapi seiring berjalannya waktu menspad berkembang dan bertransformasi menjadi bentuk yang lebih baik.

Menspad ini bisa dicuci dan dipergunakan kembali atau biasa disebut reusable / washable. Walaupun terbuat dari kain, namun bukan sembarang kain, nama bahan penyerap cairan ini yaitu microfiber, sedangkan lapisan kain yang menyentuh permukaan kulit dibuat dari bahan microfleece yang menjadikan kulit senantiasa kering dan tidak lembab (Sarah SK, 2014).

Kenapa baru sekarang gw beralih ke menspad? Karena pengetahuan gw bertambah tentang kesehatan dan lingkungan (gara-gara kuliah di teknik lingkungan red). Ternyata tidak sedikit sampah pembalut sekali pakai terbuang di bumi ini, dimana pembalut ini tidak bisa didaur ulang….yaaiiks. Oleh karena itu gw mulai beralih menggunakan menspad.

Kalau dipikir-pikir siapa sih yang ngga tau bahayanya pembalut sekali pakai? Mungkin hampir semua perempuan sudah tau, tapi karena harganya murah ya akhirnya beli pembalut sekali pakai. Sebagai perempuan, menjaga kesehatan organ kewanitaan dan yang terkait dengannya adalah hal penting karena resikonya ngga main-main. Maka dari itu, gw ngga boleh lagi main-main dengan produk yang gw pakai.

Saat menstruasi adalah saat perempuan rentan terhadap penyakit. Resiko itu akan lebih besar lagi kalau gw ngga menjaga kesehatan diri dan lingkungan, termasuk juga pembalut yang gw pakai. Jadi sejak bulan Mei 2016 gw mulai menggunakan menspad. Beli di IG @butik.elmira, sebagai awalnya gw beli beberapa merk menspad dan pantyliner sebagai perbandingan. Batch pertama yang gw beli waktu itu:

  1. 3 pcs Natha Bam Nite
  2. 2 pcs Natha Bam Day
  3. 1 pcs Zigie Zag Pantyliner
  4. 3 pcs Cluebebe Pantyliner

dan gw hanya membayar Rp. 243.000 saja. Memang terlihat mahal pada awalnya tapi bulan berikutnya gw ngga perlu beli pembalut sekali pakai. Cukup pakai menspad yang sudah gw beli ini.

IMG_2039
Menspad dan pantyliner

Sebetulnya kenapa sih gw harus beralih ke menspad?

  1. Lebih sehat; menspad tidak mengandung dioksin yang sudah jelas tidak aman bagi tubuh dan lingkungan.
  2. Lebih nyaman; dibuat dari bahan yang berkualitas sehingga membuat pemakainya aman, nyaman, tidak iritasi dan tidak bocor.
  3. Lebih hemat; gw ngga perlu beli pembalut tiap bulan atau dua bulan sekali cukup sekali beli bisa dipakai sampai dua tahun. Itung-itungannya bisa digoogling aja.
  4. Lebih ramah lingkungan; menspad tidak perlu dibuang setelah dipakai, cukup dicuci, dijemur kemudian bisa dipakai lagi tidak ada sampah yang dihasilkan.
  5. Mudah dibersihkan; cukup disemprot dengan air sampai bersih, trus dijemur. Kalau ada noda dikucek aja pakai sabun ilang deh.

Apa yang gw rasa setelah memakai menspad dua bulan terkahir ini? Rasanya lebih adem dibandingkan waktu pakai pembalut sekali pakai, saat heavy flow gw ngga perlu khawatir ngga ketampung soalnya kalau dilihat menspadnya cuma keliatan ada noda tapi pas disemproot…huu darahnya mengalir banyak.

Untuk hari pertama gw masih pakai pantyliner, hari kedua pakai yang day, waktu heavy flow gw pakai yang day trus ganti setelah setengah hari, kalau malam ya pakai yang nite, hari keenam atau ketujuh pakai pantyliner lagi. Stok 5 menspad dan 4 pantyliner cukup untuk pemakaian tiap bulan, tapi kayaknya mau beli lagi untuk stok biar ngga kejar-kejaran nyuci dan pakainya.