Posted in Experiment, Ngeblog, Review

Praktek Self Makeup

Setelah belajar self make up bulan lalu, ngga ada salahnya untuk praktek di rumah. Ngga ada acara khusus siih, cuma mau dandan aja.

Perlengkapan yang dipakai:

  1. L.A. Girl Pro.conceal orange corrector untuk menutupi lingkaran hitam di bawah mata
  2. Oriflame Whitening foundation natural beige untuk foundation
  3. L.A. Girl Pro.conceal porcelain untuk shading dibawah mata, pipi, dahi
  4. L.A. Girl Pro.conceal toast untuk contouring dahi, tulang pipi dan rahang bawah
  5. Emina Bare With Me mineral loose powder ebony untuk bedak wajah
  6. Orfilame Pure make-up palette untuk eye shadow, pakai warna abu-abu, hitam dan beige
  7. Oriflame pure color eye shadow palette untuk alis pakai warna coklat
  8. Wardah eyeXpert staylash liquid eyeliner
  9. Oriflame very me cherry my cheecks pretty pink untuk blush on
  10. Mineral Botanica vivid matte lipstick PS I Luv U 009, Wardah exclusive matte lip cream red-dicted 01, Make over intense matte lip cream Impulse 005

 

Advertisements
Posted in Experiment, Ngeblog, Review

Self Make up Class with Makeup First

Akhir bulan September, Luki menikah. Untuk menghadiri pernikahannya gw minta dandanin MUA di deket rumah. Hasil dandanannya bagus kata suami gw. Trus gw kepikiran pengen aah kursus make up atau ikut kelas self make up biar bisa dandan sendiri.

Nyari info di IG lumayan juga dpt beberapa informasi. Setelah melihat dan menimbang akhirnya menemukan kelas self make up dengan tema “How To Contour Like a Pro” yang diselenggarakan sama Makeup First Kemang. Nah waktu itu kelas make upnya diadakan di Emanna Resto, Kemang dan dimulai jam 9.00 pagi.

Sebelum mulai, wajah kita bersihkan terlebih dahulu dari make up lalu gunakan hydrating moisturizer cream sebagai dasar make up keseluruh wajah. Kenapa harus pakai ini untuk melembabkan wajah dan membuat make up tahan lama.

wardah hydrating moisturizer cream

Langkah selanjutnya yaitu menutupi kantung mata dan jerawat kemerahan di wajah dengan menggunakan concealer, kemaren kita pakai Make Over Camouflage Cream Face Concealer. Untuk menutupi kantung mata menggunakan warna orange sedangkan untuk menutupi jerawat kemerahan menggunakan warna hijau. Lalu diratakan dengan menggunakan kuas atau sponge, tapi jangan sampai hilang warnanya.

Makeup concealers come in a variety of colors and are commonly known as color-correctors. Continue reading to learn how to use these multi-colored concealers to camouflage all of your skin concerns.

make over camouflage cream face concealer

Selain menggunakan pallete seperti diatas, mengoreksi warna wajah bisa memakai LA Girl Pro Conceal dengan harga yang lebih terjangkau. Warnanya orange dan hijau.

Kemudian memakai foundation diseluruh wajah. Memilih warna foundation juga sangat penting, jangan sampai wajah terlihat lebih putih atau lebih gelap karena kesalahan memilih warna. Sebaiknya dicoba langsung ke wajah untuk mendapatkan warna yang sesuai. Untuk kelas make up kemarin gw pakai  Make Over Ultra Cover no.5.

Setelah itu, barulah kita mulai bagaimana teknik contouring sesuai bentuk wajah. Jadi bentuk wajah yang ideal itu adalah oval, selain bentuk oval sebaiknya dicontour agar mendekati bentuk ideal. Bagian mana saja yang perlu dicontour?

  1. Dahi atas
  2. Bawah tulang pipi
  3. Rahang
  4. Samping tulang hidung

Dilanjutkan dengan pemberian highlight diantara alis, dibawah mata, dan ditulang hidung.

An Easy 5 Step Guide To Contouring Like A Pro

Setelah itu, kita pakai loose powder diseluruh wajah. Jika setelah pemakaian loose powder, counturing hilang, maka bisa ditambahkan counturing powder ditempat yang sama

make over contouring powder

Lalu dilanjutkan dengan make up mata. Dimulai dengan memberikan eye shadow warna terang di tengah-tengah kelopak mata, lalu diberikan warna yang lebih gelap di ujung luar kelopak mata, lalu diratakan dengan menggunakan kuas. Dibawah alis juga diberi highlight agar tulang mata lebih menonjol.

Untuk alis mata, pertama-tama diberikan base supaya alisnya terlihat lebih rapi, lalu dengan menggunakan angled brush dibentuk alisnya dan terakhir isi dengan powder eyebrow. Tips untuk alis, dipangkal lebih samar-samar dibandingkan diujung yang lebih tegas warna dan bentuknya. Selain itu jika alisnya terlalu jauh dari hidung, maka lebih dekatkan.

Eyeliner berbentuk gel ternyata lebih mudah digunakan dan lebih cepat kering dibandingkan dengan eyeliner cair. Memang harus sedia kuas untuk memakai eyeliner gel, jadi kurang praktis, tapi hasil akhirnya lebih bagus. Oia saran untuk eyeliner gel yang lumayan yaitu Tony Moly.

Dalam penggunaan blush on harus tepat penempatannya, yaitu pas ditulang pipi. Jangan terlalu tebal. Terakhir pakai lipstik. Kali ini gw pakai Girlactik Matte Lip Paint yang warna Allure. Lipstik juga disesuaikan dengan acaranya dan konsep make up nya. Kalau make up mata sudah heboh, maka pakai lipstik yang soft. Sebaliknya jika make up mata soft, pakai lipstik yang bold.

Daaaan hasil akhirnya…..jreng..jreng..jreng…

self make up
Before and After

Setelah mengikuti kelas make up, gw jadi lebih tau bagaimana berdandan. Ya walaupun dandannya buat kondangan aja.

Oia kita juga dapat sertifikat dan pouch dari Make up First.

Posted in Ngeblog, Review, Shopping

Girlactik Matte Lip Paint

Girlactik Matte Lip Paint

Punya lipstik mahal itu kejadian yang langka, apalagi lipstik dari US. Jadi awal mulanya yaitu budhe gw mau ngirimin mainan buat Banyu dan Binar, trus gw bilang cariin lipstik Girlactik dong, klo murah nitip beliin yaa. Trus dia juga nanya bisa beli di mana? Jadinya gw nyariin lokasi toko yang jual Girlactik trus bilang ke dia. Akhirnya dibeliin deh 4 biji. Warnanya Allure, Demure, Iconic dan Starlet.

Menurut websitenya Girlactik (www.girlactik.com), matte lip paint ini sangat pigmented dan dalam waktu satu menit akan kering menjadi warna matte yang cantik. Ada 13 warna dalam seri matte lip paint ini. Berat 1 tube matte lip paint adalah 7,5 ml. Desain tubenya simple tapi mewah, setiap warna tubenya menunjukkan warna lip paint nya.

Untuk swatch kali ini gw cuma pake tiga warna aja, karena yang Iconic buat ibu. So lets start.

  1. Starlet; warna yang paling pink di bibir gw. Sekali oles warnanya langsung keluar. Rasanya enteng banget ngga bikin bibir jadi tebel dan kering, walaupun hasil akhirnya matte.
    Starlet
  2. Demure; warna yang ini masuk ke tone yang lebih gelap, dipakai di bibir gw jadi coklat merah. Bisa dipakai ke pesta dengan tema dandanan yang lebih cetar.
    Demure
  3. Allure; kalau kata lip swatcher di IG ini adala warna sejuta umat, karena semua orang suka dengan warnanya. Warna di bibir gw seperti di foto, mauve seperti warna natural bibir. Cocok dipakai sehari-hari.
Allure

Diantara ketiga warna diatas gw paling suka Allure, yang kedua Demure dan yang terakhir Starlet. Warna pink gonjreng agak kurang cocok, soalnya bibir gw jadi lebih menonjol ditambah warna kulit yang sawo matang bikin kurang pas. Oia ketahanan girlactik lip paint bisa sampai 4-5 jam, dan akan memudar kalau makan makanan berlemak. Cukup touch up aja lagi dan bibir kembali sempurna.

Posted in Health, Ngeblog, Review, Shopping

Menspad

Menspad atau menstrual pad atau pembalut kain sudah dikenal cukup lama. Kalau berdasarkan hasil googling menspad sudah ada sejak tahun 2006 di Indonesia yaa. Tapi mungkin untuk wujud yang lebih tradisional sudah ada sejak lama. Awalnya mungkin hanya berbentuk seperti kain biasa tapi seiring berjalannya waktu menspad berkembang dan bertransformasi menjadi bentuk yang lebih baik.

Menspad ini bisa dicuci dan dipergunakan kembali atau biasa disebut reusable / washable. Walaupun terbuat dari kain, namun bukan sembarang kain, nama bahan penyerap cairan ini yaitu microfiber, sedangkan lapisan kain yang menyentuh permukaan kulit dibuat dari bahan microfleece yang menjadikan kulit senantiasa kering dan tidak lembab (Sarah SK, 2014).

Kenapa baru sekarang gw beralih ke menspad? Karena pengetahuan gw bertambah tentang kesehatan dan lingkungan (gara-gara kuliah di teknik lingkungan red). Ternyata tidak sedikit sampah pembalut sekali pakai terbuang di bumi ini, dimana pembalut ini tidak bisa didaur ulang….yaaiiks. Oleh karena itu gw mulai beralih menggunakan menspad.

Kalau dipikir-pikir siapa sih yang ngga tau bahayanya pembalut sekali pakai? Mungkin hampir semua perempuan sudah tau, tapi karena harganya murah ya akhirnya beli pembalut sekali pakai. Sebagai perempuan, menjaga kesehatan organ kewanitaan dan yang terkait dengannya adalah hal penting karena resikonya ngga main-main. Maka dari itu, gw ngga boleh lagi main-main dengan produk yang gw pakai.

Saat menstruasi adalah saat perempuan rentan terhadap penyakit. Resiko itu akan lebih besar lagi kalau gw ngga menjaga kesehatan diri dan lingkungan, termasuk juga pembalut yang gw pakai. Jadi sejak bulan Mei 2016 gw mulai menggunakan menspad. Beli di IG @butik.elmira, sebagai awalnya gw beli beberapa merk menspad dan pantyliner sebagai perbandingan. Batch pertama yang gw beli waktu itu:

  1. 3 pcs Natha Bam Nite
  2. 2 pcs Natha Bam Day
  3. 1 pcs Zigie Zag Pantyliner
  4. 3 pcs Cluebebe Pantyliner

dan gw hanya membayar Rp. 243.000 saja. Memang terlihat mahal pada awalnya tapi bulan berikutnya gw ngga perlu beli pembalut sekali pakai. Cukup pakai menspad yang sudah gw beli ini.

IMG_2039
Menspad dan pantyliner

Sebetulnya kenapa sih gw harus beralih ke menspad?

  1. Lebih sehat; menspad tidak mengandung dioksin yang sudah jelas tidak aman bagi tubuh dan lingkungan.
  2. Lebih nyaman; dibuat dari bahan yang berkualitas sehingga membuat pemakainya aman, nyaman, tidak iritasi dan tidak bocor.
  3. Lebih hemat; gw ngga perlu beli pembalut tiap bulan atau dua bulan sekali cukup sekali beli bisa dipakai sampai dua tahun. Itung-itungannya bisa digoogling aja.
  4. Lebih ramah lingkungan; menspad tidak perlu dibuang setelah dipakai, cukup dicuci, dijemur kemudian bisa dipakai lagi tidak ada sampah yang dihasilkan.
  5. Mudah dibersihkan; cukup disemprot dengan air sampai bersih, trus dijemur. Kalau ada noda dikucek aja pakai sabun ilang deh.

Apa yang gw rasa setelah memakai menspad dua bulan terkahir ini? Rasanya lebih adem dibandingkan waktu pakai pembalut sekali pakai, saat heavy flow gw ngga perlu khawatir ngga ketampung soalnya kalau dilihat menspadnya cuma keliatan ada noda tapi pas disemproot…huu darahnya mengalir banyak.

Untuk hari pertama gw masih pakai pantyliner, hari kedua pakai yang day, waktu heavy flow gw pakai yang day trus ganti setelah setengah hari, kalau malam ya pakai yang nite, hari keenam atau ketujuh pakai pantyliner lagi. Stok 5 menspad dan 4 pantyliner cukup untuk pemakaian tiap bulan, tapi kayaknya mau beli lagi untuk stok biar ngga kejar-kejaran nyuci dan pakainya.

Posted in Ngeblog, Review, Shopping

Lindor Colorfix Lipstick

IMG_2363

Pertama-tama tahu tentang lipstik ini dari IG nya @lippielust. Lipstik lokal yang hasil akhirnya matte dan murah, hampir mirip Purbasari. Sempat l=ragu mau beli apa engga, tapi akhirnya beli juga  di toko kosmetik langganan. Dari pilihan warna yang tersedia gw pilih rose pearl 33 dan brown 43. Pegen nyoba warna coklatnya, soalnya akhir-akhir ini lagi suka warna coklat, tapi sampe sekarang belum nemu warna coklat yang gw suka.

Nah Lindor ini bentuknya mirip banget sama Mirabella, warna tubenya ungu, dalamnya emas dan bentuk lipstiknya yang juga miring. Walau sebenernya gw belum pernah beli Mirabella siih. Tapi kalau dibandingkan dengan Purbasari juga mirip. Harganya lebih murah dibandingkan Purbasari dan Mirabella. Waktu itu gw belinya Rp. 18.000,- saja. Murah kaan…

Pertama kali nyoba lipstiknya agak keras di bibir, perlu beberapa kali oles supaya bisa keluar warnanya, tapi kalau ketebalan juga ngga enak. Lipstiknya tahan 5-6 jam.

IMG_2347
Rose Pearl 33

Hasil warna rose pearl nge-pink di bibir gw, tapi engga keliatan menor kok. Masih bisa dipake untuk sehari-hari.

IMG_2346
Brown 43

Untuk yang brown hasilnya coklat orange di bibir gw. Jadi untuk masing-masing orang hasil akhirnya akan beda-beda yaa.

Sejauh ini gw masih cocok pake Lindor Colorfix Lipstick, terutama harganya yang murah banget tapi engga murahan.