Posted in Health, Ngeblog, Review, Shopping

Menspad

Menspad atau menstrual pad atau pembalut kain sudah dikenal cukup lama. Kalau berdasarkan hasil googling menspad sudah ada sejak tahun 2006 di Indonesia yaa. Tapi mungkin untuk wujud yang lebih tradisional sudah ada sejak lama. Awalnya mungkin hanya berbentuk seperti kain biasa tapi seiring berjalannya waktu menspad berkembang dan bertransformasi menjadi bentuk yang lebih baik.

Menspad ini bisa dicuci dan dipergunakan kembali atau biasa disebut reusable / washable. Walaupun terbuat dari kain, namun bukan sembarang kain, nama bahan penyerap cairan ini yaitu microfiber, sedangkan lapisan kain yang menyentuh permukaan kulit dibuat dari bahan microfleece yang menjadikan kulit senantiasa kering dan tidak lembab (Sarah SK, 2014).

Kenapa baru sekarang gw beralih ke menspad? Karena pengetahuan gw bertambah tentang kesehatan dan lingkungan (gara-gara kuliah di teknik lingkungan red). Ternyata tidak sedikit sampah pembalut sekali pakai terbuang di bumi ini, dimana pembalut ini tidak bisa didaur ulang….yaaiiks. Oleh karena itu gw mulai beralih menggunakan menspad.

Kalau dipikir-pikir siapa sih yang ngga tau bahayanya pembalut sekali pakai? Mungkin hampir semua perempuan sudah tau, tapi karena harganya murah ya akhirnya beli pembalut sekali pakai. Sebagai perempuan, menjaga kesehatan organ kewanitaan dan yang terkait dengannya adalah hal penting karena resikonya ngga main-main. Maka dari itu, gw ngga boleh lagi main-main dengan produk yang gw pakai.

Saat menstruasi adalah saat perempuan rentan terhadap penyakit. Resiko itu akan lebih besar lagi kalau gw ngga menjaga kesehatan diri dan lingkungan, termasuk juga pembalut yang gw pakai. Jadi sejak bulan Mei 2016 gw mulai menggunakan menspad. Beli di IG @butik.elmira, sebagai awalnya gw beli beberapa merk menspad dan pantyliner sebagai perbandingan. Batch pertama yang gw beli waktu itu:

  1. 3 pcs Natha Bam Nite
  2. 2 pcs Natha Bam Day
  3. 1 pcs Zigie Zag Pantyliner
  4. 3 pcs Cluebebe Pantyliner

dan gw hanya membayar Rp. 243.000 saja. Memang terlihat mahal pada awalnya tapi bulan berikutnya gw ngga perlu beli pembalut sekali pakai. Cukup pakai menspad yang sudah gw beli ini.

IMG_2039
Menspad dan pantyliner

Sebetulnya kenapa sih gw harus beralih ke menspad?

  1. Lebih sehat; menspad tidak mengandung dioksin yang sudah jelas tidak aman bagi tubuh dan lingkungan.
  2. Lebih nyaman; dibuat dari bahan yang berkualitas sehingga membuat pemakainya aman, nyaman, tidak iritasi dan tidak bocor.
  3. Lebih hemat; gw ngga perlu beli pembalut tiap bulan atau dua bulan sekali cukup sekali beli bisa dipakai sampai dua tahun. Itung-itungannya bisa digoogling aja.
  4. Lebih ramah lingkungan; menspad tidak perlu dibuang setelah dipakai, cukup dicuci, dijemur kemudian bisa dipakai lagi tidak ada sampah yang dihasilkan.
  5. Mudah dibersihkan; cukup disemprot dengan air sampai bersih, trus dijemur. Kalau ada noda dikucek aja pakai sabun ilang deh.

Apa yang gw rasa setelah memakai menspad dua bulan terkahir ini? Rasanya lebih adem dibandingkan waktu pakai pembalut sekali pakai, saat heavy flow gw ngga perlu khawatir ngga ketampung soalnya kalau dilihat menspadnya cuma keliatan ada noda tapi pas disemproot…huu darahnya mengalir banyak.

Untuk hari pertama gw masih pakai pantyliner, hari kedua pakai yang day, waktu heavy flow gw pakai yang day trus ganti setelah setengah hari, kalau malam ya pakai yang nite, hari keenam atau ketujuh pakai pantyliner lagi. Stok 5 menspad dan 4 pantyliner cukup untuk pemakaian tiap bulan, tapi kayaknya mau beli lagi untuk stok biar ngga kejar-kejaran nyuci dan pakainya.

Advertisements

Author:

Mother of two children.

Your Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s