Posted in Family, Ngeblog, Review, Traveling

E-paspor

Akhir tahun 2015, rencananya suami gw akan mengadakan perdin (perjalanan dinas) ke Thailand, berhubung dia belum pernah punya paspor, akhirnya dia diharuskan untuk bikin. Pas juga paspor gw udah habis masa berlakunya, nah sekalian aja deh kita sekeluarga bikin. Diputuskanlah bikin e-paspor aja supaya klo mau ke Jepang ngga usah pake visa lagi. Karena sejak tahun 2014, Jepang sudah membebaskan visa untuk WNI pemegang e-paspor. Enak kaan. Oleh sebab itu, kali aja kita ada uangnya bisa ke Jepang.

Karena alamat di KTP masih di Kota Tangerang, bikin paspornya di Kanim I Tangerang. Sebelum melangkah ke sana, gw email dulu untuk memastikan pembuatan e-paspor di situ. Ternyata di Kanim I Tangerang belum bisa bikin e-pasppor waktu itu. Akhirnya cari kantor imigrasi yang bisa bikin e-paspor, yaitu di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Bandara Soekarno Hatta. Disana bisa buat e-paspor tidak hanya untuk daerah Tangerang, tapi Jakarta dan sekitarnya juga bisa kayaknya. Berhubung ada pemberitahuan kalau pembuatan paspor waktu itu dibatasi karena sedang ada renovasi. Jadi kita semua datang pagi-pagi supaya dapat nomor awal dan kebagian jatah e-paspor.

Sampe Kanim Soeta, langsung ngantri di tempat yang telah disediakan. Sekitar jam 8 kantor buka dan diberi penjelasan bagaimana proses pembuatan paspor. Antrian dibagi menjadi dua, bagi pendaftar online dan pendaftar datang langsung. Setelah dibagi dua, semua langsung menulis nama yang akan membuat paspor dan diberi formulir isian yang nanti akan diserahkan di loket.

Setelah isi formulir, kita dipanggil masuk untuk meyerahkan formulir tadi dan duduk manis nunggu panggilan kelengkapan berkas dan foto. Alhamdulillah semua berkas lengkap, kepinginnya sih semua bikin e-paspor tapi setelah dijelaskan sama petugas imigrasi, untuk anak-anak sebaiknya bikin paspor biasa saja. Soalnya klo pakai e-paspor harus lewat gate khusus sendiri. Naah anak-anak belum cukup tingginya kalau harus lewat gate khusus itu, jadi lebih baik pakai yang manual aja.

Setelah foto kita akan dikasih selembar kertas biaya pembuatan paspor yang harus dibayarkan melalui BNI sesuai degan kode yang tertera di kertas tadi. Waktu itu gw bayarnya di BNI ITB, yang penting dibawa kertasnya dan diserahkan di teller. Setelah bayar, 3 hari kemudian bisa langsung diambil paspornya. Kalau masih dalam 1 KK bisa diambilkan, tapi kalau beda harus pakai surat kuasa.

Walau sudah punya paspor tapi rencana perdin suami gw batal. Tapi InsyaAllah kita bisa travelling sekeluarga kalau ada rejekinya. Aamiin.

Advertisements

Author:

Mother of two children.

Your Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s