Posted in Traveling, Works and Career

Business Trip

Sekitar tanggal 15-17 April 2013 lalu, gw melakukan sebuah perjalanan dinas luar negeri pertama. Karena judulnya dinas, maka dibutuhkan paspor biru. Gw engga punya paspor biru, jadi perlu buat paspor biru. Ada beberapa hal yang dibutuhkan untuk membuat paspor biru yaitu fotokopi kartu pegawai, foto 4×6 sebanyak 4 lembar dengan background berwarna putih. Bagi yang pake jilbab diperbolehkan memakai jilbab secara normal. Surat tugas dari kepala instansi, surat undangan. Setelah semuanya lengkap, maka berkas akan dibawa ke Setneg untuk di proses perijinan, setelah ijin dari Setneg keluar, maka bisa langsung ke Kemenlu dan Imigrasi untuk dibuatkan paspor biru. Selesai deh. Semua proses ini butuh waktu sekitar 3-4 hari kerja. Alhamdulillah gw punya juga paspor biru he..he..

Perjalanan dinas ini memang ngga jauh-jauh cukup ke Malaysia aja, yang sudah pernah gw kunjungi bersama ibu, eyang dan kemudian sama Nissa. Engga terlalu ngoyo mau ngeliat semua objek wisata karena udah pernah liat sebelumnya. Yang paling penting gw juga engga perlu pesan tiket dan akomodasi hotel karena sudah diatur semua oleh pihak penyelenggara. Dapat tiket Malaysia airlines dan nginep di hotel Istana. Rate hotelnya cukup mahal klo bayar sediri. Tempatnya seperti istana, bagus.

Sesampainya di hotel, gw langsung jalan-jalan sebentar ke KLCC beli Vincci dan pengen cari oleh-oleh buat Banyu, Binar dan suami tapi ternyata engga dapet yang diingini. Akhirnya keluar ngintip menara petronas dulu trus langsung balik ke hotel karena ada meeting lagi.

Petronas Tower

Besoknya seharian di hotel ngikutin acara forum Korea-ASEAN sampai sore. Penyelenggaranya adalah MYKOR (Malaysia-Korea Technology Center). Sangat menarik acaranya, Korea sudah sangat-sangat maju, sudah menjadi pemimpin teknologi di wilayah Asia. Sore hari setelah selesai acara forumnya, gw pergi jalan-jalan lagi ke daerah Bukit Bintang, yang sekarang udah berubah semenjak gw terakhir kesana. Udah ada jembatan yang menghubungkan antara Mal Pavilion ke KLCC.

Hari terakhir di Kuala Lumpur, gw dan rombongan mengunjungi Putra Jaya, tempat kantor pemerintahan berada.

Bagus dan teratur banget. Beda dengan di Jakarta. Setelah mengunjungi Putra Jaya, rombongan langsung menuju Technology Park Malaysi (TPM). TPM ini mirip dengan Puspiptek Serpong, tapi disana lebih lengkap. Bahkan mirip mini city, semua fasilitas dari kantor, tempat makan sampai tempat fitness disediakan oleh pengelola. Bentuk TPM ini semi komersial, mereka masih dapat dana dari pemerintah, tetapi bisa menghasilkan keuntungan dari menyewakan tempat bagi para tenant-tenant nya.

Setelah ke TPM, rombongan diajak makan siang di restoran Korea. Hmm baru pertama kali makan makanan Korea, rasanya kayak masakan padang. Tadinya ingin nyobain Bi Bim Bab, tapi karena keterbatasan waktu akhirnya dipilihin kimchi soup. Rasa kimchi soupnya pedas, isinya sawi, tahu sama potongan seafood. Enaak sih tapi rasanya agak aneh. Lalu ada teh Korea, rasanya anta, engga kayak teh biasanya lebih ke rasa rempah-rempah. Lalu ada makanan yang unik sekali makannya.Daun selada ditaruh diatas piring, diatasnya ditaruh daging, kasih irisan bawang putih, tambahin saus khusus lalu daun seladanya dibungkuskan dan langsung dimakan.

Advertisements

Author:

Mother of two children.

Your Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s