Posted in Feelings, House

Susahnya mencari tukang…

Mau merenovasi rumah (kecil-kecilan dan sedikit demi sedikit) ternyata susah-susah gampang. Dulu setelah rumah ditempatin kita udah melakukan beberapa renovasi. Pertama kali yang di lakukan yaitu penambahan ruang dapur, bikin tempat penampungan plus perluasan kamar tidur utama.

Alhamdulillah gambarnya dibuatin sama Oom Nas. Setelah gambarnya jadi, mulailah nyari tukang yang bisa ngerjain itu. Karena kita orang baru di lingkungan rumah, jadilah kita minta bantuan sama orang-orang sekitar untuk dicariin tukang untuk renovasi. Tukang pertama datang, kita sodorin gambarnya, dia ngasih harga yang tinggi padahal kita udah tau kisaran harga untuk pekerjaan diatas. Karena kita engga punya uang segitu banyak, akhirnya kita tolak. Tukang kedua datang, kita sodorin gambarnya, dia ngasih harga yang masuk budget kita, akhirnya kita terima. Tukang kedua pun memberikan janji-janji ini itu, tapi karena tukangnya kurang menguasai manajemen waktu dan keuangan jadi hasilnya agak kurang sempurna. Tapi selesai juga sih. Oia ternyata masih ada kebocoran dan rembes tembok, jadi kita perlu cari tukang untuk memperbaiki itu. Tukang yang ini kayaknya mampu untuk menyelesaikan, Alhamdilullah pekerjaan bisa terselesaikan tapi ngerokoknya ngga berhenti-berhenti plus agak mahal juga untuk pekerjaan yang kayak begitu doang.

Setelah itu semua beres, ternyata masih ada aja yang ngga beres. Pembuangan di kamar mandi ada yang ngga beres. Perlu diperiksa. Tapi karena pekerjaannya mesti bongkar lantai kamar mandi trus ngecek-ngecek pipa pembuangan, kita jadi mikir siapa yang mau ngerjain pekerjaan kecil kayak gini. Akhirnya ditunda dulu deh. Ngga lama kemudian pintu kamar tidur utama jebooolllll….Kusennya keropos dimakan rayap. Nah ada kesempatan untuk nyari tukang lagi nih.

Nanya ke tetangga yang sering renovasi rumah kecil-kecil, ada tukang yang nganggur ngga? Datanglah tukang yang biasa renovasi rumah tetangga, tapi dia bawa kerabatnya lagi. Nah kerabatnya ini adalah tukang yang pertama kali dateng untuk renovasi pertama kali itu, yang ngasih harga tinggi itu. Suami udah ilfeel pas ngeliat dia. Tapi yang bagaimana lagi udah mendesak. Kali ini pun dia ngasih harga yang lumayan tinggi juga untuk pekerjaan ngebenerin kamar mandi dan pasang pintu kamar tidur utama. Dengan berat hati, kita liat aja pekerjaannya, bagus ngga dengan harga yang ditawarkan itu.

Setelah dua hari pengerjaan, ketauan deh kalo pekerjaannya lumayan rapi juga. Dan apa yang dijanjikan juga ditepati. Tapi tetep aja kemahalan ongkosnya. Betapa susahnya mencari tukang yang sesuai dengan budget dan keinginan kita untuk renovasi rumah. Mungkin klo renovasinya langsung besar-besaran malah lebih gampang nyari tukangnya. Tapi klo yang kecil-kecil agak males juga kali ya…

Untuk sekarang renovasi selesai dulu. Menunggu ngumpul uang untuk renovasi yang lebih besar lagi dan nyari tukang yang cocok.

Advertisements

Author:

Mother of two children.

Your Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s