Posted in Banyu, Family, Health

Kala Aray sakit

Aray terbangun dari tidurnya. Tidak biasanya dia bangun jam setengah lima pagi. Sewaktu gw pegang keningnyaa…oooowww terasa hangat. Kayaknya Aray demam nih. Tapi gw langsung kasih ASI berharap semoga demamnya lekas sembuh. Lalu Aray melanjutkan tidurnya lagi. Tepat jam tujuh pagi Aray bangun, langsung gw pegang lagi keningnya ternyata masih hangat. Gw putuskan segera memberinya sarapan supaya tidak berlanjut lagi demamnya. Porsi makannya sedikit berkurang dibandingkan biasanya, padahal pagi itu menu kesukaannya. Setelah sarapan Aray gw mandiin, trus langsung main-main. Padahal hari itu ada rencana untuk ke rumah Nini. Setelah main-main dan tidur, gw ajak Aray ke rumah Nini.

Sesampainya di rumah Nini, demamnya Aray makin tinggi. Badannya juga semakin lemes, main tidak semangat, maunya tidur dan digendong aja. Siang hari Aray gw kasih makan lagi, pisang dan kabocha. Biasanya dia lahap banget makannya, tapi waktu itu hanya beberapa sendok aja yang bisa masuk ke mulutnya. Demamnya pun semakin menjadi. Akhirnya hari itu gw dan Aray menginap di rumah Nini. Gw memang tidak langsung kasih obat penurun panas, hanya ASI dan air putih yang gw kasih ke Aray. Meminimalkan obat-obatan masuk ke badannya. Tapi gw kasih Koolfever di keningnya Aray, mudah-mudahan bisa mengurangi demam.

Sampai keesokan harinya deman masih ada, tapi tidak begitu tinggi, Akhirnya gw putuskan untuk pulang, dianter sama Nini, berharap klo di rumah Aray lebih nyaman. Sepanjang hari itu pun Aray engga mau turun dari gendongan, sebentar-bentar gw yang gendong, bergantian dengan Ayahnya, kadang Nini juga ikut gendong.

Sampai pada puncaknya menjelang maghrib, suhu badan Aray mencapai 40,3 derajat celcius. Terlihat kuyu, lemes, lemah badannya. Kasihan Aray yang baru berumur 7 bulan sudah merasakan demam setinggi itu. Badannya berjuang melawan virus untuk membentuk imun untuk dirinya. oooh Aray..Sedih banget gw ngeliatnya. Tak lama kemudian muncul bintik-bintik merah, mulai dari muka, tangan, kaki. Semaleman gw engga tenang tidurnya. Mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa dengan Aray.

Hari senin, suhu badan Aray sudah mulai menurun, tapi bintik-bintiknya keluar semakin banyak. Aaah kenapa ini…??? Sebetulnya sejak hari minggu Nini udah menyarankan untuk ke dokter aja, tapi gw menunggu sampai tiga hari aja dulu, siapa tau ada perubahan dalam waktu tiga hari itu. Akhirnya setelah keluar bintik-bintik itu, kayaknya mesti ke dokter deh. Sore harinya gw dan suami memutuskan untuk ke dokter. Sayang banget karena waktu praktek dokter Aray sudah habis, akhirnya ke dokter jaga aja. Dengan pergi ke dokter gw bisa tau apa yang terjadi sama Aray, tapi jawaban dokter itu tidak memuaskan gw dan suami. Dokter kasih antibiotik untuk radang tenggorokkan, obat penurun panas dan obat batuk dan satu salep. Salep ini untuk mengobati bintik-bintik merahnya. Yo wis deh semua obatnya gw tebus tapi engga semuanya gw kasih ke Aray.

Alhamdulillah dengan obat penurun panas dari dokter, demamnya Aray sudah turun. PLUSSSS ASI langsung dari gentongnya, bikin badannya makin kuat dan engga step waktu panas tinggi…Aray, selalu sehat yaa naakkk…

Advertisements

Author:

Mother of two children.

3 thoughts on “Kala Aray sakit

  1. alhamdulillah udah sembuh. plus minusnya anak sakit di bawah satu tahun. plusnya, kalo dikasih obat dokter, biasanya mereka mau aja nelennya, jd u antibiotik, kita masih bisa kasih sesuai petunjuk dokter. karena kalo anaknya sudah lebih besar, kurleb 2 tahunan gitu, udah mulai susyeeee dikasih obat, jadi kalo mau ngasih antibiotik ragu2 karena ga mungkin bisa diHABISKAN.tapi minusnya, karena masih di bawah satu tahun, jadi belom bisa kasih obat herbal kayak madu, habbamat, propolis dsb. jadi mau ga mau ya ke dokter. walaupun ASI tetap prioritas obat pertama.

Your Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s